Seru! Pilkades Sugihan Toroh, 3 Calon Hasil Seleksi di Undip Saling Berebut Suara

  • Whatsapp

Kabargan.com – Tiga calon kepala desa (cakades) hari ini Senin (11/10) bertarung untuk menguasai jabatan kepala Desa Sugihan, Toroh. Dalam pertarungan ini, diduga tiga cakades yang merupakan perangkat desa ini menyebar uang pelicin. Mulai dari Rp 100 ribu hingga setengah juta.

Kekosong kursi Kades Sugihan sejak November 2019 lalu tersebut bakal ramai. Sebab, uang pelicin atau serangan fajar dari masing-masing calon diduga sudah tersebar. Setiap calon memberi uang kepada pemilih dari ratusan ribu sampai Rp 500 ribu. Sehingga pemilihan kades kali ini akan dijaga ketat aparat keamanan dari Polres Grobogan.

Bacaan Lainnya

“Untuk besaran sampai ratusan ribu saya tidak tahu. Karena itu urusan dari masing-masing calon,” kata Sekretaris Demang Manunggal Grobogan Suwoto kemarin.

Dikatakan, pemilihan kepala desa Sugihan tersebut dipilih oleh perwakilan dari masyarakat. Jumlah 104 orang. Sebelumnya ada 106 orang. Namun dua orang sudah meninggal. Mereka terdiri dari Ketua RT, RW, Perangkat, BPD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Tiga calon yang merebutkan jabatan kades yakni Sutardi nomor urut 1, Eko Purnomo nomor urut 2, dan Bejo nomor urut 3. Sebelumnya mereka mengikuti ujian bersama enam peserta lain di Undip. Dari enam terpilih tiga. Dari enam orang itu, anak mantan kades meninggal dunia tidak lolos dan mantan kades sebelumnya juga tidak lolos.

“Kami berharap ini bisa mendapatkan kepala desa terbaik dan bisa memimpin masyarakat. Sehingga roda pemerintah desa bisa berjalan karena periode kades sampai 2025,” ujarnya.

Suwoto mengatakan, pemilihan kepala desa antarwaktu harus segera diselesaikan. Sebab, di Kabupaten Grobogan masih ada tujuh posisi kepala desa yang kosong karena meninggal dunia. Yaitu satu desa di Kecamatan Purwoadi, satu desa di Kecamatan Pulokulon, satu desa di Kecamatan Gabus, satu desa di Kecamatan Ngaringan, satu desa di Kecamatan Godong, dan satu desa di Kecamatan Karangrayung.

Ketua Komisi A DPRD Grobogan Musapak mengatakan, tahapan pemilihan kepala Desa Sugihan sudah berjalan pelaksanaanya. Pelaksanaanya diharapkan bisa menaati protokol kesehatan.

“Untuk pelaksanaanya dibatasi hanya dua jam selesai. Mulai pukul 08.00 sampai 10.00 pagi sudah selesai,” kata Musapak.

Dijelaskan, jabatan kepala Desa Sugihan seharusnya menjabat mulai 2019-2025. Namun, Kepala Desa Sugihan Kaswadi meninggal dunia. Sehingga jabatannya kosong. Namun, sampai dua tahun belum terisi dan diisi Pjs dari Kecamatan setempat.

“Saya berharap jabatan kepala desa ini cepat terisi. Jangan sampai jabatan kades lama kosong karena pengaruhi penggunaan anggaran APBDes,” terangnya

Pos terkait